JAMBI – Akibat cuaca buruk dan tebalnya kabut asap, sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami penundaan (delay) pada pagi hari. Meski demikian, pihak otoritas bandara memastikan tidak ada pembatalan penerbangan (cancellation).
Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi Ardon Marbun menyampaikan bahwa penundaan terjadi demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan karena jarak pandang (visibility) sempat berada di bawah ambang batas minimal.
”Sampai hari ini tidak ada pembatalan, namun penundaan. Hal ini dikarenakan kondisi alam dan asap. Ada prosedur keselamatan yang harus kita penuhi, di mana visibility minimal berada di atas 1.800 meter. Tadi pagi jarak pandang sempat drop hingga 750 meter,” ujar Ardon saat ditemui di area Bandara Sultan Thaha Jambi, Selasa (15/09).
Penurunan jarak pandang tersebut berdampak pada jadwal keberangkatan maskapai Batik Air penerbangan pertama pukul 06.00 WIB yang harus tertunda sekitar satu jam dari jadwal semula.
”Selain jadwal keberangkatan, penerbangan kedatangan dari Jakarta juga turut terdampak. Dua maskapai, yakni Citilink dan Garuda Indonesia, sempat menunda proses boarding dan menanti kepastian cuaca di Bandara Soekarno-Hatta sebelum terbang menuju Jambi. Sementara untuk maskapai Batik Air tetap sesuai jadwal (on schedule), “tambah Ardon
Ia kembali menjelaskan, Memasuki siang hari, kondisi cuaca dan jarak pandang di area landasan pacu dilaporkan mulai membaik dan telah kembali melebihi batas aman 1.800 meter. Operasional penerbangan pun bertahap kembali berjalan normal.
“Pihak pengelola bandara bersama pihak terkait terus memantau pergerakan kabut asap dan berharap kondisi visibility tetap stabil agar seluruh penerbangan berjalan lancar tanpa keterlambatan susulan, ” Tutupnya. (**)







