JAMBI — Upaya menembus pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi memasuki babak baru. Setelah sempat tertahan akibat jarak pandang (visibility) yang memburuk, Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Jambi kembali menyusun strategi dengan menjadwalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada pekan kedua Oktober.
Kondisi kabut asap di Kota Jambi dan sekitarnya memburuk dalam beberapa hari terakhir. Asap pekat tersebut tidak hanya bersumber dari titik api lokal, melainkan juga merupakan asap kiriman dari wilayah tetangga yang terbawa oleh perubahan arah angin.
Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan bahwa tebalnya kabut asap sempat melumpuhkan pergerakan tim udara. Pesawat untuk OMC maupun helikopter water bombing gagal mengangkasa karena jarak pandang yang tidak aman untuk penerbangan.
”Kemarin kita mau OMC, tetapi karena jarak pandang rendah pesawat tidak bisa melaksanakannya. Tim yang ingin menerbangkan helikopter water bombing juga sulit karena kabut asapnya luar biasa tebal,” kata Al Haris di Jambi, Selasa (06/10/2026).
Meskipun demikian, pemantauan terhadap potensi pertumbuhan bibit awan hujan terus dilakukan secara intensif. Pemprov Jambi membidik ruang udara pada tanggal 9–10 Oktober untuk menyemai garam jika potensi awan hujan mulai terbentuk.
”Mudah-mudahan tanggal 9–10 Oktober mendatang ada potensi awan hujan, sehingga tim bisa segera melakukan operasi modifikasi cuaca,” ujarnya optimis.


Titik Terbakar Capai 4.123 Hektare
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi per 29 September 2026, total luas lahan yang terbakar sejak awal tahun telah menyentuh angka 4.123,84 hektare.
- Batang Hari: 1.240,79 hektare (terluas)
- Tanjung Jabung Timur: 659,18 hektare
- Tanjung Jabung Barat: 639,55 hektare
- Muaro Jambi: 577,71 hektare
- Sarolangun: 508,55 hektare
- Tebo: 403,76 hektare
- Bungo: 67,00 hektare
- Merangin: 17,30 hektare
- Kota Jambi: 10,00 hektare
Al Haris menegaskan bahwa tim darat di lapangan sejauh ini masih mampu mengendalikan dan memadamkan titik api di dalam wilayah Provinsi Jambi. Kendala utama saat ini terletak pada titik kebakaran luar batas provinsi yang berdekatan dengan Jambi, di mana tim lokal terhalang oleh kewenangan wilayah untuk masuk menanggulangi.(**)







