JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di masa peralihan musim atau pancaroba. Selain ancaman cuaca ekstrem, BMKG juga menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kualitas udara yang sempat masuk kategori sangat tidak sehat.
Tri Agus Pramono Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Rabu (07/10/2026) mengatakan, BMKG memprediksi wilayah Provinsi Jambi akan memasuki musim hujan pada akhir Oktober. Namun, sebelum memasuki musim hujan, masyarakat diminta mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem.
“selama masa pancaroba perlu diwaspadai potemsi cuaca kestrem, seperti angin kencang atau puting beliung, hujan deras, hingga petir, ” Jelas Tri kepada awak media.
Awal musim hujan lanjut Tri, diprakirakan mulai terjadi di wilayah bagian barat Provinsi Jambi pada minggu ketiga Oktober. Sementara itu, potensi karhutla masih membayangi sejumlah kabupaten yang memiliki kawasan lahan gambut, seperti Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Sarolangun, Tebo, dan Batanghari hingga pertengahan Oktober.
Terkait kualitas udara, BMKG mencatat dalam beberapa hari terakhir kondisi udara di Jambi tergolong sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat paparan kabut asap, dengan konsentrasi PM2.5 berada di atas 150 mikrogram per meter kubik.
“Meski demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi masih dapat berjalan karena jarak pandang di siang hari membaik hingga 3.000 sampai 5.000 meter, ” Tukasnya. (Dar)







