JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam yang membentang di perbatasan Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur. Medan yang berat serta sulitnya akses darat membuat tim Satgas Karhutla harus bergerak cepat dengan strategi gabungan udara dan darat demi mencegah api makin membara.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengonfirmasi bahwa kendala utama pemadaman saat ini adalah jarak dan jalur transportasi menuju titik api. Sebagai langkah darurat, helikopter water bombing dikerahkan untuk menggempur kobaran api dari udara.
”Karena jaraknya jauh, akses itulah yang akan dibendung dan dibuka oleh satgas. Kita juga mainkan water bombing segera, supaya api tidak ke mana-mana,” ujar Al Haris, Senin (05/10/2026).
Langkah Strategis Pemadaman
Untuk mengunci pergerakan api agar tidak makin meluas, satgas menerjunkan sejumlah penanganan taktis di lapangan:
- Mobilisasi Alat Berat: Sebanyak 5 unit alat berat dikerahkan ke lokasi untuk membelah jalur darat, membersihkan saluran kanal, dan membuat sekat bakar (firebreak).
- Posko Utama & Penebalan Personel: Pembangunan posko taktis didirikan dekat lokasi kejadian guna mempermudah koordinasi, pengawasan, serta mempercepat pergerakan personel darat.
- Penyekatan Jalur Api: Rekayasa lokasi dilakukan agar kobaran tidak menjangkau area sensitif.
Empat Desa dalam Radar Bahaya
Langkah cepat ini menjadi krusial mengingat titik kebakaran berpotensi merembet ke area pemukiman penduduk jika tidak segera ditangani secara masif. Gubernur menegaskan ada empat wilayah yang kini masuk dalam zona antisipasi:
- Desa Jebus
- Desa Gedong Karya
- Desa Sungai Aur
- Desa Sogo
”Kalau ini apinya melebar, maka akan masuk ke pemukiman warga. Ada Jebus, Gedong Karya, Sungai Aur, dan Sogo. Kita segera mengantisipasi,” tegas Al Haris.
Saat ini, seluruh personel satgas diminta untuk fokus penuh melakukan penanganan di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam hingga kondisi benar-benar kondusif dan titik api berhasil dipadamkan total. (**)







