JAMBI – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dan Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH) terus berlangsung sengit. Memasuki hari ketujuh pemadaman, personel Manggala Agni bersama Tim Satgas Darat gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta Tim RPK perusahaan IKL berjuang melintasi medan berat demi memadamkan titik api.
Di titik Labuhan Pering, tim harus merintis jalan menembus vegetasi yang sangat rapat serta menghadapi ancaman pohon-pohon besar yang dapat tumbang sewaktu-waktu. Selain kendala akses yang sulit, tim di lapangan juga terkendala oleh minimnya pasokan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Komandan Regu 1 Manggala Agni, Roman Dani, melaporkan langsung kondisi terkini dari lokasi pemadaman di TNBS.
“Izin Pimpinan, melaporkan kami dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan sedang melakukan pemadaman bersama Tim Satgas Darat TNI, Polri, dan RPK Perusahaan IKL. Saat ini kami melakukan pemadaman di Labuhan Pering, tepatnya di Taman Nasional Berbak Sembilang dan memasuki hari ketujuh,” ujar Roman Dani, Senin (19/10) kemarin.
Ia menegaskan sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh para petugas di lapangan dalam upaya menjinakkan si jago merah.
“Kendala tim di lapangan saat ini minimnya sumber air dan susahnya menuju ke titik api dengan harus merintis karena vegetasi yang rapat dan seringkali ada pohon yang tumbang. Saat ini tim lagi melakukan penyekatan agar api tidak merembet atau meluas. Salam Sipongi,” tegasnya.

Sinergi dan Penebalan Personel di Lapangan
Berdasarkan pembaruan data operasi pemadaman per 19 Oktober 2026, sebanyak 92 personel Manggala Agni dari berbagai Daops (KJB Kota Jambi, MTB Muara Tebo, Pekanbaru, Dumai, dan Bukit Tempurung) serta Brigdal TNBS telah disebar di 7 lokasi strategis, diperkuat oleh personel TNI, Brimob, dan Basarnas:
1. Tahura OKH (Kel. Tanjung/Gedong Karya): Personel: 24 personel Manggala Agni (Daops KJB & MTB), 10 TNI, 10 Brimob, dan 10 BASARNAS.Peralatan & Logistik: 4 mesin pemadam, 40 roll selang, BBM 75 Liter, dan 1 tenda pleton.
2 Simpang Datuk, Kec. Nipah Panjang: Personel: 17 personel Manggala Agni (12 Daops PKU & 5 Brigdal TNBS). Peralatan: 6 mesin pemadam dan 50 roll selang.
3. Rantau Rasau Desa, Kec. Berbak: Personel: 17 personel Manggala Agni (12 Daops Dumai & 5 Brigdal TNBS). Peralatan: 4 mesin pemadam dan 40 roll selang.
4. Desa Labuhan Pering (Dusun Sungai Kapas & Dusun Labuhan / Batas PT IKL), Kec. Sadu: Personel: 16 personel Manggala Agni (Daops Bukit Tempurung) didukung 30 personel TNI. Peralatan & Logistik: 6 mesin pemadam, 90 roll selang, BBM 200 Liter, dan 1 tenda pleton.
5. Sungai Cemara, Kec. Sadu: Personel: 13 personel Manggala Agni (8 Daops BTP & 5 Brigdal TNBS). Peralatan: 4 mesin pemadam dan 30 roll selang.
6. Desa Sungai Rambut, Kec. Berbak: Personel: 5 personel Manggala Agni Brigdal TNBS, 10 TNI, dan 10 Brimob. Peralatan & Logistik: 4 mesin pemadam, 40 roll selang, BBM 75 Liter, dan 1 tenda pleton.
Melalui sinergi lintas instansi ini, tim gabungan terus memfokuskan tindakan pemadaman langsung dan penyekatan garis api guna memastikan titik api benar-benar padam hingga ke lapisan tanah gambut. (**)







