Harumkan Nama Indonesia di Nagoya, Atlet Dayung Asal Jambi Disambut Hangat Saat Pulang Kampung

- Penulis

Minggu, 27 September 2026 - 12:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAMBI – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet dayung asal Jambi, Letda M. Ali Mardiansyah, pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Ali berhasil mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga dayung.

Kepulangan Ali ke Jambi pun mendapat sambutan hangat. Setibanya di Bandara Sultan Thaha Jambi, Ali disambut oleh Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi Prof. Dr. Sukendro, bersama rombongan pengurus dan staf KONI Provinsi Jambi.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan bersama jajaran pengurus cabang olahraga dayung.

Penyambutan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan Ali yang telah membawa nama Indonesia sekaligus Provinsi Jambi di pentas olahraga Asia.

Ali bersama Rafiq Wijdan Yasir turun pada nomor Lightweight Men’s Double Sculls. Keduanya finis di posisi kedua dan mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.

Ali mengaku memiliki kesan mendalam selama mengikuti Asian Games di Jepang. Menurutnya, pelayanan tuan rumah maupun panitia memberikan kenyamanan kepada para atlet dan kontingen yang datang dari berbagai negara.

“Pelaksanaan Asian Games di Jepang sangat antusias, baik dari pihak tuan rumah maupun panitia. Tamu yang datang ke Jepang sangat dihormati. Kita di sana sangat nyaman dan difasilitasi semuanya,” ujar Ali.

Salah satu pengalaman paling berkesan, menurut Ali, adalah penginapan kontingen yang menggunakan kapal pesiar.

Ia semakin merasa nyaman karena banyak pekerja di kapal tersebut berasal dari Indonesia, mulai dari awak kapal hingga pekerja restoran.

“Selama di kapal pesiar, kebanyakan awak kapalnya, orang yang memasak dan di restoran banyak orang Indonesia. Jadi kita merasa seperti pulang ke kampung sendiri,” katanya.

Jadwal Berubah karena Ancaman Badai

Perjalanan meraih medali perak tersebut tidak berlangsung mudah. Ali mengatakan jadwal pertandingan mengalami perubahan akibat prakiraan cuaca buruk dan ancaman badai.

Pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 21 September mengalami penundaan. Semifinal kemudian dilaksanakan pada 23 September dan final pada 24 September.

Perubahan jadwal menjadi tantangan tersendiri bagi Ali karena dirinya bertanding di kelas ringan.

Ia harus menjaga berat badan lebih lama menjelang proses penimbangan. Kondisi tersebut membuatnya harus menahan makan sejak pagi.

“Biasanya kalau sesuai jadwal kelas ringan lomba sekitar jam sepuluh pagi. Karena jadwal berubah, kita harus menahan berat badan lebih lama. Timbang berat badan baru sekitar jam dua siang, jadi dari pagi sampai siang kita tahan makan,” ujarnya.

Bagi Ali, kondisi tersebut sekaligus menjadi ujian kesabaran.

“Alhamdulillah, kesabaran itu membuahkan hasil. Sesuatu yang kita laksanakan dengan tekun dan ikhlas, alhamdulillah semuanya dibalas Allah SWT,” katanya.

Persaingan Ketat dengan Atlet Dunia

Ali mengatakan raihan medali di Jepang bukan datang tanpa perhitungan. Sebelumnya, tim Indonesia telah menjadikan sejumlah kejuaraan internasional sebagai tolok ukur kemampuan.

Menurut Ali, persaingan di kelas ringan sangat ketat. Sejumlah negara yang menjadi lawan Indonesia telah memiliki pengalaman panjang pada kejuaraan dunia maupun kompetisi internasional di Eropa.

Baca Juga:  PRAJURIT KOREM 042/GAPU UKIR PRESTASI, PRATU ANDRIAN FIRDAUS JUARA 2 OPEN CHAMPIONSHIP PIALA PANGDAM XX/TIB CUP 2026

Meski persiapan Indonesia memiliki keterbatasan, termasuk belum maksimalnya kesempatan melakukan try out ke Eropa, kondisi itu justru dijadikan sebagai motivasi.

“Kita tidak berkecil hati. Kita jadikan itu motivasi lebih untuk memantau lawan-lawan kita,” ujarnya.

Ali menilai pencapaian Indonesia menunjukkan atlet nasional memiliki kemampuan bersaing dengan negara-negara yang memiliki pengalaman kompetisi internasional lebih panjang.

“Ini suatu kebanggaan bagi kami. Bukan berarti kita tidak bisa bersaing. Mungkin kita masih terbentur anggaran ataupun dukungan,” katanya.

Bidik Olimpiade Los Angeles

Selepas Asian Games 2026, Ali tidak ingin berhenti pada medali perak.

Ia mengungkapkan dirinya dipersiapkan untuk menghadapi tahapan kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles.

“Target ke depan, khususnya saya, dipersiapkan untuk mengikuti prakualifikasi Olimpiade di Los Angeles. Setelah ini kami akan kembali TC ke Pelatnas untuk memperkuat tim dayung Indonesia,” ungkapnya.

KONI Jambi: Jadi Barometer Menuju PON

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi Prof. Dr. Sukendro menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih Ali.

Menurut Sukendro, medali perak di Asian Games menjadi gambaran bahwa pembinaan olahraga dayung di Jambi berjalan positif.

“Tentunya kita merasa bangga. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu barometer kita untuk persiapan terutama Pra-PON 2027 dan PON 2028,” kata Sukendro.

Ia berharap prestasi tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan raihan medali Jambi pada PON mendatang.

Jika sebelumnya cabang dayung Jambi mampu meraih dua emas, KONI berharap ke depan potensinya dapat meningkat menjadi tiga hingga empat medali emas.

“Ini salah satu gambaran pembinaan dayung di Provinsi Jambi berjalan dan ini bisa dipertahankan untuk selanjutnya,” tegas Sukendro.

PODSI Jambi Bangga dengan Atlet Dayung Daerah

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian atlet-atlet dayung asal Jambi yang dipercaya membela Indonesia.

Menurut Wawan, keberhasilan Ali menjadi salah satu bukti bahwa atlet dayung Jambi mampu bersaing dan membawa nama bangsa di ajang internasional.

“Hari ini kami sangat bangga bahwa inilah putra-putri dayung dari Jambi yang membela Negara Republik Indonesia. Hari ini diwakili oleh Ali,” ujar Raden Wawan Setiawan.

Ia mengatakan sejumlah atlet lainnya, termasuk Tiara Amasi Suki, juga merupakan bagian dari kekuatan dayung Jambi yang telah membawa nama daerah dan Indonesia.

Wawan berharap prestasi di level internasional tersebut dapat menjadi tambahan motivasi dalam menghadapi agenda olahraga nasional berikutnya, terutama menuju PON.

“Harapan kami ke depan, mudah-mudahan target PON akan kita upayakan dengan adanya apa yang telah diraih atlet kita di kancah dunia,” katanya.

Menurutnya, hasil yang diperoleh atlet Jambi di tingkat internasional menjadi modal penting bagi PODSI dalam melanjutkan pembinaan dan mempersiapkan atlet-atlet potensial menuju kompetisi nasional.(**) 

 

Follow WhatsApp Channel selarasjambi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Sekolah dari Berbagai Daerah Siap Bertanding di Grand Finals Garena Youth Championship 2026 Free Fire
Askab Pertanyakan Kongres Pemilihan PSSI Jambi
KONI Jambi Dorong Kebangkitan Tenis Meja, Targetkan Medali di PON NTT-NTB 2028
Personel Brimob Polda Jambi Ukir Prestasi di Kejurnas Pencak Silat Satria Muda Indonesia
Ketum PBPI Apresiasi Kesuksesan Kejurnas Padel Perdana, PBPI Jambi Siap Dukung Program Nasional
KONI harap Musprovlub TI Jambi momentum penguatan organisasi dan prestasi atlet
PERTINA Jambi Bidik Medali di Kejurnas 2026
Rayakan Ulang Tahun ke-10, AOV X Hearts2Hearts Rilis Lagu “Next Chapter”

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:56 WIB

12 Sekolah dari Berbagai Daerah Siap Bertanding di Grand Finals Garena Youth Championship 2026 Free Fire

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Askab Pertanyakan Kongres Pemilihan PSSI Jambi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:15 WIB

KONI Jambi Dorong Kebangkitan Tenis Meja, Targetkan Medali di PON NTT-NTB 2028

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Personel Brimob Polda Jambi Ukir Prestasi di Kejurnas Pencak Silat Satria Muda Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Ketum PBPI Apresiasi Kesuksesan Kejurnas Padel Perdana, PBPI Jambi Siap Dukung Program Nasional

Berita Terbaru