JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi bergerak cepat menanggulangi lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memburuknya kualitas udara di wilayah Jambi. Gubernur Jambi, Al Haris, menginstruksikan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka untuk seluruh jenjang sekolah guna melindungi kesehatan siswa dari paparan kabut asap.
”Kualitas udara di Provinsi Jambi saat ini memburuk dan tergolong tidak sehat. Sebagai langkah pencegahan dan perlindungan, seluruh sekolah diliburkan sementara,” ujar Al Haris saat di wawancarai di Posko Satgas Karhutla, Rabu (30/09) siang.
Berdasarkan data terbaru Kata Al Haris, ratusan titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Saat ini, tim gabungan tengah memfokuskan pemadaman dan pendinginan pada 7 titik api (fire spot) aktif, termasuk di area Taman Nasional Berbak, Muaro Jambi, hingga wilayah perbatasan, ” Tegasmya.
Untuk mempercepat pemadaman di area gambut, Pemprov Jambi bekerja sama dengan BMKG merencanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 4 Oktober. Selain itu, armada helikopter water bombing disiagakan untuk operasi pemadaman dari udara begitu jarak pandang (visibilitas) memenuhi syarat penerbangan.
”Tim Satgas di lapangan terus bekerja ekstra. Kami menambah kekuatan dengan menerjunkan personel tambahan, pompa air, serta sekitar 18 unit alat berat untuk membuat sekat dan membuka akses pemadaman,” tambah Al Haris.
Meski menghadapi tantangan berat—seperti lokasi kebakaran di dalam hutan belantara, medan yang sulit dijangkau, serta pekatnya asap seluruh personel Satgas dipastikan dalam kondisi sehat dengan pengawasan ketat dari tim medis lapangan.
“Untuk personil gabungan yang saat ini di lapangan alhamdukillah sehat semua dari Tim media kita juga disiagakan, ” Tutupnya (**)







